Jadi?
Aku rasa aku tidak salah dengar atau sekedar berkhayal saat dia bilang "tunggu! tan, tunggu!". Oh yah, sayangnya aku mengabaikannya dengan begitu mudah. Aku lebih fokus pada api yang berkobar dalam hatiku pada orang yang ada didepanku itu. Masalah kecil yang entah kenapa menumpuk terus-menerus hingga jadi masalah yang besar. Yang aku sendiri merasa tak sanggup untuk membereskannya. Kemarin. Hari ini aku sudah kembali jadi diriku yang biasanya. Meski beberapa hari lalu banyak sekali titik-titik noda yang hinggap dilembar kertasku. Kini sudah hilang semua. Dan entah bagaimana, aku menunggu esok. Aku ingin melihatnya lagi.