:)
Halo rindu,
Ku rasa ini telah berjalan lebih dari satu minggu sejak dia pergi,
Ya, pergi meninggalkan jarak diantara aku dan dia waktu itu.
Sampai hari ini aku masih disibukkan dengan tumpukan2 kertas bertinta hitam yang selalu menghantui kala bangun dan tidurku.
Dua hari lalu, aku terlambat membuka mata hingga aku tidak dapat mengikuti kelas tambahan yang seharusnya aku ikuti untuk perbaikan nilaiku di semester lalu.
Ya, aku terlalu lelah.
Aku tertidur pulas walau fajar telah menyingsing.
Walau Sang Bulan telah berucap selamat tinggal.
Satu hal lagi, aku kehilanganmu.
Ya, kehilangan waktumu.
Kau tau, aku ingin bercerita banyak padamu, menceritakan keseharianku selama ini.
Tapi, hatimu terasa jauh.
Aku heran, kenapa aku belum bisa menceritakan segala hal padamu,
Mungkin semua butuh proses, tapi..aku bukan baru pertama kali mengenal laki-laki, bahkan aku bisa bercerita apapun pada sahabat laki-laki ku.
Mungkin karena aku merasa hanya aku yang bercerita?
Sedangkan kau hanya mendengarkan, menyimak dan menanggapi semua ceritaku tanpa kau berbagi ceritamu padaku.
Mungkin juga aku yang terlalu naif, mengatakan kau tidak menceritakannya padahal kau menceritakannya tanpa sepengetahuanku.
Aku bukan seorang gadis baik yang bisa menjaga hatimu selalu,
Aku tak bisa berdiam diri dan hanya berkata manis kala bersamamu.
Aku ingin hubungan yang normal.
Bukan yang diatas normal.
Kau tau, aku menginginkan suatu konflik ada diantara kita agar kita bisa memecahkannya bersama.
Agar aku dan kamu menjadi lebih dekat.
Tapi apa? Setiap aku mencoba membuat sebuah masalah, kau selalu menanggapinya dengan santai. Senyum.
Seperti tak ada yang terjadi.
Aku hanya ingin seperti aku yang sebenarnya, aku yang tak tahan kala pesan ku tak dibalas olehmu.
Tapi? Aku bahkan tidak menunggu balasanmu.
Aku bingung, aku menyayangimu.
Tapi aku seperti tidak mempedulikanmu.
Mungkin kamu sibuk dengan orang-orang tersayangmu disana,
Tapi. Sudahlah.
Mungkin aku yang belum bisa menerima keadaan.
Aku yang masih perlu beradaptasi.
Ku rasa ini telah berjalan lebih dari satu minggu sejak dia pergi,
Ya, pergi meninggalkan jarak diantara aku dan dia waktu itu.
Sampai hari ini aku masih disibukkan dengan tumpukan2 kertas bertinta hitam yang selalu menghantui kala bangun dan tidurku.
Dua hari lalu, aku terlambat membuka mata hingga aku tidak dapat mengikuti kelas tambahan yang seharusnya aku ikuti untuk perbaikan nilaiku di semester lalu.
Ya, aku terlalu lelah.
Aku tertidur pulas walau fajar telah menyingsing.
Walau Sang Bulan telah berucap selamat tinggal.
Satu hal lagi, aku kehilanganmu.
Ya, kehilangan waktumu.
Kau tau, aku ingin bercerita banyak padamu, menceritakan keseharianku selama ini.
Tapi, hatimu terasa jauh.
Aku heran, kenapa aku belum bisa menceritakan segala hal padamu,
Mungkin semua butuh proses, tapi..aku bukan baru pertama kali mengenal laki-laki, bahkan aku bisa bercerita apapun pada sahabat laki-laki ku.
Mungkin karena aku merasa hanya aku yang bercerita?
Sedangkan kau hanya mendengarkan, menyimak dan menanggapi semua ceritaku tanpa kau berbagi ceritamu padaku.
Mungkin juga aku yang terlalu naif, mengatakan kau tidak menceritakannya padahal kau menceritakannya tanpa sepengetahuanku.
Aku bukan seorang gadis baik yang bisa menjaga hatimu selalu,
Aku tak bisa berdiam diri dan hanya berkata manis kala bersamamu.
Aku ingin hubungan yang normal.
Bukan yang diatas normal.
Kau tau, aku menginginkan suatu konflik ada diantara kita agar kita bisa memecahkannya bersama.
Agar aku dan kamu menjadi lebih dekat.
Tapi apa? Setiap aku mencoba membuat sebuah masalah, kau selalu menanggapinya dengan santai. Senyum.
Seperti tak ada yang terjadi.
Aku hanya ingin seperti aku yang sebenarnya, aku yang tak tahan kala pesan ku tak dibalas olehmu.
Tapi? Aku bahkan tidak menunggu balasanmu.
Aku bingung, aku menyayangimu.
Tapi aku seperti tidak mempedulikanmu.
Mungkin kamu sibuk dengan orang-orang tersayangmu disana,
Tapi. Sudahlah.
Mungkin aku yang belum bisa menerima keadaan.
Aku yang masih perlu beradaptasi.
Komentar
Posting Komentar