Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Tawa tanpa Suara

Dan kini aku tertawa dengan kaki yang melemas, Suara yang tak kunjung terdengar, Juga air mata yang hampir saja menetes. Mengetahui suatu hal yang bila dipertanyakan lebih dahulu, Aku pasti tak akan mau mengetahuinya. Namun, itu semua telah terjadi. Kenyataan pahit yang terpaksa aku telan bulat-bulat. Bukan tak ingin mencernanya, Tapi tak sanggup.

Bila nanti...

Bila nanti suatu saat, Seseorang menemukan orang yang tepat untuknya, Maka seseorang baru akan mulai mencari, Setelah berhenti memastikan. Bila nanti suatu saat, Tak seorang pun yang dinyatakan tepat, Maka seseorang akan menampakkan dirinya pada cahaya, Seakan membuka mata bahwa sosoknya selalu setia. Bila nanti suatu saat, Tak seorang pun dinyatakan tepat, Dan seseorang telah menemukan orang yang tepat terlebih dahulu, Maka takkan terjadi saat-saat itu. hanya semu.

I miss you..

Berkelit waktu menyapa rindu, Kadang aku ragu apakah ini rasaku, Atau sekedar khayal memaksa kalbu? Beberapa bulan belakangan ini rasanya jauh sekali, Padahal ia selalu dekat. Entah, mungkin hati kami tertutup sesuatu. Hingga akhirnya tak kuat menahan rindu. Setiap waktu bertemu tak mengobati apapun, Setiap saat tertawa tak mengisi ruang hampa dihati. Aku bertanya pada malam yang ku tinggalkan, Aku berpeluh pada sosok baru yang nyatanya tak ku inginkan. Memang tempat ternyaman tak akan tergantikan, Meski temui berbagai pelabuhan. Meski mencoba untuk merubah haluan. Tapi takdirku tetap pada Sang Bulan.