Ketakutan-ku

Seperti takut,
Padahal Perdana Menteri telah melebarkan pintu,
Memperlihatkan hamparan hijau nan indah,
Bersama dirimu ditengah keindahannya.

Namun, melangkah seperti takut,
Entah karena pengawal tak lagi berjaga,
Entah karena terlalu bahagia menghirup udara bebas,
Entah karena Pangeranku terlihat seakan acuh.

Jemput aku Pangeran,
Putri ini terlalu lemah untuk berlari,
Putri ini terlalu rapuh untuk menghampiri,
Putri ini terlalu percaya bahwa Raja akan merestui.

Walau cinta tak seabadi tulang dan denyut nadi,
Walau cinta tak harus selalu memiliki,
Hati ini tau,
Jika Ia ingin bahagia, disitu lah dia menepi.

Komentar