Bulan dalam Sendu
Ini terlihat seperti aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Setelah yang pertama hijrah dari hati kecil ku yang remuk bagai karang yang terkikis oleh ombak laut yang ganas. Mengindahkan seseorang seperti aku baru saja memiliki sesuatu yang amat sangat berharga. Mengaguminya lebih dari hal indah apapun yang aku lihat. Ya, hanya Dia. Sampai aku akhirnya membuat kesepakatan pada diri ini untuk berhenti dan melupakan perasaan ini apabila hal seperti malam ini terjadi lagi. Galau. Aku galau lagi karena Dia.