Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Jatuh Pada Cinta

Aku pernah jatuh pada cinta, Cinta akan senyuman indahnya, Indah karena begitu tulus dari hati, Hati yang selalu aku harapkan untuk bisa mencintaiku suatu saat nanti. Aku pernah jatuh pada seseorang yang berada jauh, Jauh diatas penggapaianku seperti bintang dilangit, Langit senja yang indah dan penuh warna-warni cahaya, Cahaya mata yang selalu memancarkan tatapan kebahagiaan yang apa adanya. Sesederhana itu aku jatuh hati padanya, Pada cinta yang selalu aku semogakan kemungkinan adanya, Pada dia yang selalu aku harapkan balasan perasaannya, Pada waktu yang selalu aku ingin perlambat saat sedang bersamanya. Bila cinta telah memilih menetap dimana hati berada, Semoga hati ku menjadi tempat pilihan untuk dia melabuhkan cintanya.

Tak Mampu

Sekiranya berpikir kalau aku mampu untuk mengerti dirinya, Mencoba untuk memahaminya lebih dari apa yang pernah aku lakukan. Namun apa daya? Aku tetaplah aku, manusia dengan tingkat keegoisan tinggi yang takkan mau kalah oleh hal apapun. Perasaan ini selalu muncul kala dia mengabaikanku bila sedang bersama dengan teman bermainnya, Dimana aku hanyalah seonggok bambu yang hanya bisa diam menunggu ditebang dna dijadikan sari tebu.

Maafkanlah Bulan

Wahai Pelangi, Maafkanlah Bulan yang tak mampu melihatmu kala malam tiba, Maafkanlah Bulan yang tak bisa bersinar terang saat Mentari menunjukkan rupanya, Maafkanlah Bulan yang ingin terus bersama walau takkan ada keajaiban dimana Bulan dan Pelangi bisa bersatu. Wahai Pelangi, Ijinkanlah Bulan menutup sinar dibalik awan kelam yang melintas, Ijinkanlah Bulan bersembunyi kala Mentari tiba dan menyapamu, Ijinkanlah Bulan memandangimu dari fatamorgana. Wahai Pelangi, Apabila Bulan mengutarakan yang sejujurnya, Sudikah engkau mengabulkan? Sudikah engkau berpisah dari Mentari yang ditakdirkan untukmu? Sudikah engkau membaurkan kilauan warna-warni indahmu untuk aku yang hanya terang diantara yang gelap? Wahai Pelangi, Disatu sisi aku mengharapkan keajaiban, Keajaiban akan penghuni malam dan penghias siang yang bersatu, Meski hanya mungkin terjadi apabila langit runtuh untuk terakhir kali.

Bulan dalam Sendu

Ini terlihat seperti aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Setelah yang pertama hijrah dari hati kecil ku yang remuk bagai karang yang terkikis oleh ombak laut yang ganas. Mengindahkan seseorang seperti aku baru saja memiliki sesuatu yang amat sangat berharga. Mengaguminya lebih dari hal indah apapun yang aku lihat.  Ya, hanya Dia.  Sampai aku akhirnya membuat kesepakatan pada diri ini untuk berhenti dan melupakan perasaan ini apabila hal seperti malam ini terjadi lagi. Galau. Aku galau lagi karena Dia. 

Teruslah...

Teruslah memanggil hingga kau merasa cukup untuk terdiam... Teruslah mengagumi hingga kau merasa cukup untuk menutup mata dari pesonanya... Teruslah berjuang hingga kau merasa cukup berkorban waktu dan tenaga tanpa hasil yang nyata... Teruslah tersenyum hingga kau merasa cukup untuk berpaling dari nya... Teruslah bertahan hingga kau merasa cukup untuk mengistirahatkan segalanya... Teruslah berpura-pura hingga kau merasa cukup untuk membuat kenyataan... Teruslah mencintai hingga kau merasa cukup untuk memberikan cintamu padanya.... Lalu teruslah berdoa meski tak akan cukup untukmu meminta balasan dari cintanya... Dari Aku yang terperdaya olehmu