Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Ketakutan-ku

Seperti takut, Padahal Perdana Menteri telah melebarkan pintu, Memperlihatkan hamparan hijau nan indah, Bersama dirimu ditengah keindahannya. Namun, melangkah seperti takut, Entah karena pengawal tak lagi berjaga, Entah karena terlalu bahagia menghirup udara bebas, Entah karena Pangeranku terlihat seakan acuh. Jemput aku Pangeran, Putri ini terlalu lemah untuk berlari, Putri ini terlalu rapuh untuk menghampiri, Putri ini terlalu percaya bahwa Raja akan merestui. Walau cinta tak seabadi tulang dan denyut nadi, Walau cinta tak harus selalu memiliki, Hati ini tau, Jika Ia ingin bahagia, disitu lah dia menepi.

Andai...

Maafkan Bulan yang terlalu rapuh, Maafkan Bulan yang sinarnya tak begitu nyata dibanding Matahari, Walau Bulan dan Matahari berada di Langit yang sama, Walau Bulan dan Matahari secara damai bergantian. Namun, rasa itu tidak pernah hilang, Rasa ingin dilihat oleh beberapa pasang bola mata warna-warni di Bumi. Andai Bumi adalah tempat Sang Bulan berpijak, Akankah warna-warna itu menatapnya lebih dekat?