DiTuhankan

Saat ketidakadilan yang Ia rasakan membengkak,
Membunuh perlahan pada apa yang Ia pertahankan,
Namun, tak satu orang pun dari mereka Para Petinggi Kerajaan yang mau melirik padanya,
Tak pula rakyat jelata yang biasa menyuarakan benci dibalik selimutnya.
Semua diam, Hening.
Menelan getir rasa takut atas semua keputusan Sang Tuhan.
Tuhan yang diTuhankan.
Ia lalu berjalan mundur, perlahan menghilang dalam gelap,
Tanpa ada yang menyadari kekecewaannya.

Komentar