Kembali

Baru saja diketuknya jendela usang berdebu rindu,
Menerbangkan serpihannya yang kemudian jatuh diatas buku sebuah kisah sendu,
Membawa pandangku pada halaman demi halaman yang terlupakan.

Berhenti bisa pula berarti menerima,
Atas ketidakmampuan Bulan yang merindukan Matahari.
Atas prasangka yang tak lagi jadi misteri.

Apakah harus mengungkap tanya pada benda yang hampir mati?
Ataukah boleh hanya disimpan hingga butirannya menjadi abadi?

Aku menantikan sesuatu yang tak lagi sama,
Hanya karena telah kembali menemukan.
Padahal senja kini tak indah lagi,
Padahal 'beda' sudah jadi wajahnya.

Hanya menarik sia-sia pada jejak hati penuh duri,
Karena kembali berarti tidak sama lagi.

Komentar