Bulan dalam Sendu
Ini terlihat seperti aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Setelah yang pertama hijrah dari hati kecil ku yang remuk bagai karang yang terkikis oleh ombak laut yang ganas. Mengindahkan seseorang seperti aku baru saja memiliki sesuatu yang amat sangat berharga. Mengaguminya lebih dari hal indah apapun yang aku lihat.
Ya, hanya Dia.
Sampai aku akhirnya membuat kesepakatan pada diri ini untuk berhenti dan melupakan perasaan ini apabila hal seperti malam ini terjadi lagi. Galau. Aku galau lagi karena Dia.
Ini bukan seperti aku tidak ingin menggalauinya. Hanya saja, kegalauan ku ini percuma. Tak ada pihak yang merasa senang atau tergerak hatinya untuk memikirkan ku meski sedikit. Berharap Dia akan bertanya apa yang sedang terjadi padaku.
Entah apa yang mendorong kegalauan ku ini, hanya saja, setiap kali aku menggodanya dengan kata-kata romantis bak sepasang kekasih hal itu tak digubrisnya. Baiklah, mungkin Dia menghindari kalimat-kalimat itu agar aku tidak berpikir macam-macam tentangnya. Tapi sungguh, aku semakin kehilangan hasrat untuk memilikinya, bahkan perasaannya.
Jika yang Dia inginkan adalah aku bahagia dengan orang lain agar ia pun terbebas dariku. Akan aku lakukan. Tapi apa kau tau, Sayang? pergi dari 'sumber kebahagiaanmu' untuk mencari kebahagiaan lain amatlah sulit. Kau bahkan tau betapa mudahnya Dirimu membuatku tersenyum tanpa melakukan apapun. Lalu, aku tetap harus mencari tempat lain untuk berbahagia?
Untuk apa aku terus mencari yang lain bila segalanya yang aku cari telah ku temukan di Dirimu?
Jawabannya adalah karena, Kau tidak menemukan apa yang kau cari di Diriku. oleh karena itu Kau akan terus berkelana, meninggalkanku yang sewaktu-waktu bisa kau tengok untuk sekedar menghibur lelahmu. berharap Kau sadar jika akulah yang selama ini Kau cari? ha-ha tidak mungkin. Tidak ada perasaan bahwa akulah yang sesuai dengan apa yang Kau inginkan.
-Duri dalam minuman adalah saat kau menemukan kebahagiaanmu pada orang itu, namun kebahagiaan orang itu bukanlah denganmu-
Ya, hanya Dia.
Sampai aku akhirnya membuat kesepakatan pada diri ini untuk berhenti dan melupakan perasaan ini apabila hal seperti malam ini terjadi lagi. Galau. Aku galau lagi karena Dia.
Ini bukan seperti aku tidak ingin menggalauinya. Hanya saja, kegalauan ku ini percuma. Tak ada pihak yang merasa senang atau tergerak hatinya untuk memikirkan ku meski sedikit. Berharap Dia akan bertanya apa yang sedang terjadi padaku.
Entah apa yang mendorong kegalauan ku ini, hanya saja, setiap kali aku menggodanya dengan kata-kata romantis bak sepasang kekasih hal itu tak digubrisnya. Baiklah, mungkin Dia menghindari kalimat-kalimat itu agar aku tidak berpikir macam-macam tentangnya. Tapi sungguh, aku semakin kehilangan hasrat untuk memilikinya, bahkan perasaannya.
Jika yang Dia inginkan adalah aku bahagia dengan orang lain agar ia pun terbebas dariku. Akan aku lakukan. Tapi apa kau tau, Sayang? pergi dari 'sumber kebahagiaanmu' untuk mencari kebahagiaan lain amatlah sulit. Kau bahkan tau betapa mudahnya Dirimu membuatku tersenyum tanpa melakukan apapun. Lalu, aku tetap harus mencari tempat lain untuk berbahagia?
Untuk apa aku terus mencari yang lain bila segalanya yang aku cari telah ku temukan di Dirimu?
Jawabannya adalah karena, Kau tidak menemukan apa yang kau cari di Diriku. oleh karena itu Kau akan terus berkelana, meninggalkanku yang sewaktu-waktu bisa kau tengok untuk sekedar menghibur lelahmu. berharap Kau sadar jika akulah yang selama ini Kau cari? ha-ha tidak mungkin. Tidak ada perasaan bahwa akulah yang sesuai dengan apa yang Kau inginkan.
-Duri dalam minuman adalah saat kau menemukan kebahagiaanmu pada orang itu, namun kebahagiaan orang itu bukanlah denganmu-
like this
BalasHapus